Suami Dengan Sembilan Istri

    
Kabar berita tentang seorang kakek yg mempunyai istri lebih dari empat membuat geger warga kota besar di belahan bumi persada tercinta. Padahal di daerah dekat tempat tinggal saya ada suami yg juga punya istri sembilan orang, dan usia mereka berbeda, bahkan istri yg ke sembilan sebaya dengan cucu sang kakek, tapi tidak dipermasalahkan, malah dibanggakan karena "sang suami sangat bijaksana dalam memperlakukan ke sembilan istri2nya, baik secara material maupun moril", kata mereka.
     Suatu ketika ada pemilihan kepala desa di tempat tinggal mereka, saat itu istri yg ke sembilan ingin nyalon jadi kepala desa, maka sang suami mengumpulkan semua istri2 dan anak- cucunya untuk ikut mendukung istri yg ke sembilan memenangkan pemilihan kepala desa tsb.
     Suara keluarga besar mereka saja sudah menguasai hampir separoh pemilih, maka tidak salah lagi kalau istrinya memenangkan pemilihan kepala desa, namun karena saat itu ada persyaratan lain yg hrs dipenuhi seorang pemimpin, walaupun pada level paling bawah, dimana seorang kepala desa haruslah menjadi teladan/panutan bagi warganya, termasuk ahlaknya, maka dengan kesadarn sendiri, istri ke sembilan itu membatalkan niatnya jadi kepala desa dengan cara mengundurkan diri.
     Mengapa seseorang mau menjadi istri yg kedua...dstnya sampai ke sembilan, itu adalah potret kehidupan nyata di masyarakat, yg menganut prinsip poligami, dan menganggap dirinya tidak bersalah bila menjadi racun yg mematikan bagi kebahagiaan orang lain.
     Pada dasarnya tidak ada seorang wanitapun yg mau berbagi suami dengan orang lain, sekalipun dia sadar tidak bisa membahagiakan suaminya, demikian juga suami tidak akan rela istrinya pergi dengan lelaki lain walau dia sadar tidak bisa membahagiakan istri tersebut. semua ingin mendapat kesetiaan tanpa syarat dari pasangan masing2.
     Tapi karena alasan klise seperti demi anak, atau tidak punya kemampuan secara ekonomi, maka seseorang terpaksa menerima pil pahit "dimadu", atau bagi yg muda dan tidak mau susah, di "simpan", di "nikah siri", dll. Walaupun mereka selalu dalam bayang2 ketakutan, takut ketahuan istri yg syah, atau takut ditinggalkan pasangan kalau sudah tidak butuh lagi, dan tidak jarang berujung pada kekerasan atau kematian bagi yg bersangkutan.
     Begitulah Kakek yg biasa dipanggil "Eyang  Super" menjadi sumber penghasilan media karena beritanya lagi hangat, orang pengen mengenal sosok eyang super lebih dekat, banyak yg menghujat, tapi ada juga yg membela karena merasa pernah dibantu.
     Eyang super memang benar2 "super", di usianya yg hampir seabad masih mampu melayani kebutuhan biologis ke sembilan istrinya, bahkan kalau belanja kebutuhan ...eyang super selalu pergi mendampingi ke sembilan istrinya...dan sekali belanja bisa menghabiskan uang lima puluh juta rupiah."luar biasa".
    

Comments

Popular posts from this blog

Ayahku Bejat, Hidupku Hancur

Mbah Parjo di usia 95 Tahun

Hancurnya keangkuhan Diri