Hancurnya keangkuhan Diri

Putri adalah seorang wanita ceria, energyik, dan selalu tampil glamour, dia bekerja sebagai bendahara rutin di kantor pemerintah, suaminya juga sama - sama bekerja di pemerintah. Putri punya tiga anak yg masih sekolah di pendidikan dasar, dan usia Putri masih sangat muda saat dia menikah dengan suaminya. Apa yg menarik dari seorang Putri, hingga banyak orang yg membicarakannya, dia memang jadi buah bibir  baik dilingkungan tempat tinggalnya maupun di kantor tempatnya bekerja. Putri hanyalah lulusan sma, kalau di pemerintahan semua pasti tau berapa gaji perbulan yg dia terima, bila ditambah dengan honor bendahara tidak sampai tiga juta perbulan. Tapi kehidupan Putri sangatlah mewah untuk ukuran staff pemerintah saat itu, orangtuanya juga adalah pensiunan supir kepala dinas di kantor yg sama, jadi putri tidak punya warisan kecuali rumah korpri yg masih ditempati keluarga besarnya sampai sekarang. 
     Sejak Putri diangkat jadi bendahara kegiatan di kantornya, kehidupannya langsung naik tajam, hampir setiap tahun ada mobil baru yg tambah dirumahnya, bahkan ada  mobil yg baru dari dealer yg masih diplastiki karena belum dapat giliran untuk dipakai. Mobil parkir di rumahnya seperti di sho room saja, padahal anggota keluarganya hanya lima orang saja.
     Suaminya tidak berani bertanya darimana uang sebanyak itu , dia hanya diam dan tunduk seratus persen pada Putri. Suaminya hanya bisa ngelus dada kalau lihat istrinya belanja berbagai barang mewah, tak ada keberanian untuk sekedar bertanya, karena putri tidak segan - segan membentak suaminya di depan umum kalau salah omong.
     Ketika pimpinan kantor pensiun, dan Putri juga dipindah ke bagian lain, dia tidak tinggal diam, dia dengan segala cara mencari celah biar bisa jadi bendahara lagi, dan benar saja dia diangkat lagi jadi bendahara. Tapi kali ini penghasilan Putri tidak sebesar dulu lagi, walaupun penampilannya masih glamour dan bourjuiss.
     Suatu ketika suami putri menderita sakit demam yg tidak kunjung sembuh,  hingga berhari - hari di rumah sakit. Karena merasa terganggu Putri menyerahkan semua urusan perawatan suaminya pada keluarga suami. Dia tidak mau terbebani urusan tetek bengek suaminya, dia merasa bahwa selama ini gaji suaminya tidak cukup untuk makan sehari - hari.
     Mungkin karena sedih atau putus asa, tidak lama setelah suaminya pulang ke orangtuanya, dia meninggal dunia. Kabar itu cepat tersebar ke seluruh wilayah tempat tinggal mereka, mereka menghujat kelakuan Putri, mereka benci dengan kelakuan Putri yg sangat sombong, kerabat suaminya juga tidak ada yg sudi bertemu dengan Putri.
     Setelah suaminya meninggal, Putri mulai berubah, walaupun belum seperti yg diharapkan. Tapi ada yg berubah pada diri Putri setelah ditinggalkan suaminya, badannya susut hingga separoh, banyak orang yg heran dengan perubahan tersebut, mungkinkah Putri merasa kesepian setelah kematian suaminya...? begitu kira - kira dugaan orang.
    Ternyata Putri harus mempertanggung jawabkan dana proyek pembangunan yg bersumber dari pusat, ketika dia masih bendahara. Dalam berita di koran dan tayangan tv swasta terkemuka, Putri tidak bisa memberkan bukti autentik, kemana aliran dana selama ini. Dia  perkirakan bekerja sama dengan mantan bosnya dan pihak ketiga yg menjadi pemenang tender.
    Satu demi satu mobilnya dijual untuk membiayai pengacara terkemuka di kota ini, bahkan gaji bulanan dan pensiunan dari suaminyapun sudah digadaikan dan tidak cukup untuk membiayai perkara yg dihadapinya.
      Putri dimasukkan penjara dengan hukuman selama lima tahun potong masa tahanan,  dia tidak punya apa - apa lagi, bahkan semangat hidupnya sudah dititik nadir, tidak ada orang yg bersimpati atau datang menjenguk, dia merasa kesepian, maka dia ingin segera mengakhiri hidupnya.
     Dalam keadaan yg sangat menderita begitu, Putri putus asa, dia menyuruh anak -anaknya pergi ziarah ke makam suaminya, mohon maaf atas semua perbuatannya yg sangat jahat dan sudah menyia - nyiakannya selama ini. Ketiga anaknya segera pergi berziarah ke makam ayah mereka, dan sesuai permintaan ibunya, mereka menyampaikan permohonan maaf ibunya di makam ayahnya, walaupun dalam hati mereka tidak yakin, orang yg sudah mati bisa mendengar permohonan mereka.
     Sepulangnya mereka dari ziarah, mereka kaget melihat banyak orang di depan rumah, ternyata Putri bunuh diri di lapas dengan cara "gantung diri", dan penjaga lapas menemukan secarik kertas yg disimpan dikantong celananya, dengan tulisan yg terputus - putus mungkin karena terburu - buru.      " Ibu  minta maaf  tidak bisa mendampingi kalian sampai dewasa, ibu sayang kalian semua?.

Comments

Popular posts from this blog

Ayahku Bejat, Hidupku Hancur

Mbah Parjo di usia 95 Tahun