Ayahku Bejat, Hidupku Hancur
Zaman sekarang memang sudah edan...kalau tidak edan yaaa...digilas zaman...???. Baru - baru ini ada berita yg sangat memprihatinkan sekaligus menggemparkan, dimana seorang ayah kandung tega mengilir tiga putrinya. Setiap hari dia cabuli putrinya secara bergantian saat tidur, tanpa merasa berdosa apalagi itu dia lakukan sejak anaknya masih usia anak2, baik siang maupun malam, kapan dia ingin melakukannya. Harusnya seorang ayah menjadi pelindung bagi keluarganya, dan menjaga harkat dan martabat keluarga hingga tetes darah terakhir. Setelah putri pertama menjadi istri orang, si anak baru punya keberanian untuk memberitahukan semua perbuatan bejat ayahnya selama ini padanya dan adik- adiknya kepada saudara dari ibu kandungnya yaitu tantenya.
Ternyata sang ayah pertama kali merenggut kegadisannya saat usianya baru sebelas tahun, ketika itu dia baru kelas lima sekolah dasar. Dia pendarahan selama seminggu, tapi dia tidak berani ngo mong sama orang lain, karena takut sama ancaman ayahnya yg akan membunuh dia dan ibunya, kalau dia sampai berani ngomong perbuatan ayahnya. Sejak saat itu dia menarik diri dari pergaulan anak- anak seusianya, dia malu, dia tidak mau sekolah lagi, karena merasa dirinya sudah ternoda dan kotor.
Sang ayah tidak berhenti menodai dirinya, hampir setiap ibunya pergi dari rumah, ayahnya mengulangi perbuatan bejatnya dan selalu mengulangi ancamannya. Setelah dewasa dia mulai punya kekasih anak jalanan, yg mau menerima dia apa adanya, dia tidak membuang kesempatan emas itu untuk melepaskan diri dari cengkeraman sang ayah, dia langsung menikah, walaupun dia tidak tau akan seperti apa masa depannya nanti.
Ternyata ayahnya tidak hanya merenggut kegadisannya, tapi juga kedua adiknya yg masih duduk di kelas enam sd dan kelas dua smp." biadab" itulah kata yg pantas bagi sang ayah. Begitu dia tau adiknya juga ternoda, dia tidak bisa memaafkan ayahnya, dia harus berani mengungkap kebejatan ayahnya, maka itu dengan segenap kekuatan yg ada dia ungkapkan semua kelakuan ayahnya pada tantenya.
Tantenya tidak bisa menerima perlakuan itu, maka tantenya mengajak dia untuk melaporkan sang ayah ke polisi supaya mempertanggung- jawabkan perbuatannya di depan hukum. Polisi langsung tanggap dan sang ayah ditangkap, dan dari pengakuannya kepada penyidik, membuat miris hati kita. Hukuman fisik tidak mengembalikan jiwa ketiga putrinya yg hancur, penyesalan juga tidak menyelsaikan masalah, harusnya dia di hukum seumur hidup saja.

Comments
Post a Comment