Istri digadaikan, anak digilas
Andai waktu bisa di putar ulang, saya akan menata diri dengan baik, dan berhati - hati memilih pasangan hidup. Tapi semua sudah terlanjur, dan seperti pepatah orang bijak..."penyesalan selalu datang terlambat". Sampai sekarang saya tidak tau kenapa semua ini harus terjadi pada saya, dosa siapakah yg sedang kutanggung, mungkinkah ini sudah garis tanganku...? atau semua salah saya karena waktu menerima pinangan suami sebetulnya saya mengabaikan suara hati kecil ini. Kami memang bukan orang yg mapan dalam kehidupan, kami memulai semua dari nol, karena sejak lulus kuliah hingga di terima kerja di perusahaan ini, kami hanya mengandalkan diri sendiri, tidak mungkin mengharapkan bantuan dari orangtua, karena sejak masih remaja kedua orangtua kami sudah berpulang. Karena latar belakang kehidupan yg samalah yg membuat kami bersahabat. Suami lebih tua dua tahun dari saya, saya sarjana ekonomi, sedangkan suami sarjana hukum, maka kalau berdebat tentan...