Mbah Parjo di usia 95 Tahun
Mbah Parjo adalah seorang pensiunan tentara, usia 95 tahun, punya anak 8 orang, cucu 25 orang, buyut 6 orang. Kalau lebaran, semua berkumpul di rumah anaknya yg paling kecil atau yg bungsu. Anaknya ini perempuan dan paling disayang, sehingga tidak pernah lupa untuk pamit dulu sebelum berangkat kerja.
Pada saat lebaran tahun kemarin, semua anak2 dan cucu mbah Parjo berkumpul di Semarang bermaksud untuk memberikan makanan kesukaan mbah Parjo, siapa tau lebaran tahun depan tidak bisa bertemu lagi karena usia yg sudah uzur.
Setelah selesai bersantap siang, satu persatu anak2 mbah Parjo berjongkok untuk sungkeman mohon doa restu dan minta maaf bila ada perilaku yg kurang berkenan selama ini, setelah anak2 disusul para cucu dan buyutnya.
Mbah Parjo sudah pikun, dia tidak bisa bedakan lagi mana anaknya, apalagi namanya, semua sudah lupa, yg dia tau hanya nama Tuti anak bungsunya yg baik hati dan tulus merawatnya selama ini , begitu selesai acara sungkeman, mbah Parjo memanggil Tuti ke kamarnya, seperti biasa untuk memberitahukan apa saja yg terjadi hari itu, dan siapa saja tamu yg datang mengunjunginya.
Mbah Parjo tanya sama Tuti :" Tut yg pakai kebaya itu tadi mbok yem tukang sayur keliling yaa.. ? kontan saja Tuti tertawa ngakak....! bukan pak..! itu mba' Lena Mantu bapak yg paling tua...?". "Sebetulnya anakku ada berapa toh Tut ?" tanya mbah Parjo. " delapan pak " jawab Tuti. Siapa aja itu ? tanya mbah Parjo. " Jono, Jenny, Yuda, Roy. Anik, Yamto, Rafly dan saya Tuti".jawab Tuti.
Mbah Parjo mantuk2....seperti orang yg sudah ngerti gitu, tapi belum berapa lama kemudian dia panggil Tuti lagi. Tut...ada apa toh kok banyak orang yg datang ke rumah ? apa kamu mengadakan syukuran ?. Tuti ketawa geli....sambil menjawab, bapak ini gimana toh..? itu semua anak cucu bapak ..hahahahaaa...lupa yaaa ?
Pagi2 sehabis makan, suster yg merawat mbah Parjo kaget, melihat gigi palsu mbah Parjo yg sudah raib, dia tanya : "mbah giginya dicopot ya..?. "tidak" jawab mbah Parjo, dengan santai. suster mencari kemana-mana tapi nggak ketemu, akhirnya dia lapor pada suami Tuti, karena Tuti sudah berangkat ke luar kota tadi pagi jam 5.00 wib untuk kunjungan dinas.
Suami Tuti ikut mencari gigi palsu mertuanya, tapi tidak ketemu juga, mereka kawatir gigi palsu ikut ketelan saat makan tadi, maka suami Tuti telphon Tuti untuk memberi tau, kalau gigi palsu ayahnya ketelan saat sarapan pagi, pesawat sudah mau take off, hp hrs dimatikan. Tuti khawatir ada apa2 dengan ayahnya, maka dia suruh suaminya untuk membawa segera ke rumah sakit.
Sesampai di rumah sakit, suster dan dokter, memeriksa mulut mbah Parjo, mbah Parjo disuruh buka mulut lebar2, dan lidah diangkat ke atas,...apa yg terjadi ? ternyata gigi palsu mbah Parjo dia sembunyikan dibawah lidah. Suster mengambil gigi itu dan memasangnya kembali. Dokter tanya mbah Parjo, kenapa giginya tidak dipakai, kok malah disembunyikan dibawah lidah ? dengan santai mbah Parjo menjawab : " aku tidak mau Tuti pergi meninggalkan aku sendirian di rumah ".
.jpg)
Comments
Post a Comment