Tragedi Istri Prajurit
Deegg...jantung Anita berdebar kencang,...ada rasa curiga di dalamnya,...kenapa wanita yg angkat hp suaminya,...apakah dia salah pencet nomor...? belum sirna rasa curiganya...orang di ujung telphone...bertanya...ini bu Andika yaa...?, " Ya bu" jawab Anita. " Maaf bu ini saya bu Anwar, istri kepala kesatuan xxx, tempat suami ibu bertugas, mau memberitahukan keadaan Andika sekarang dalam perawatan intensif di rs abc, karena kecelakaan, harap bu Andika segera datang dan ajak sanak keluarga untuk menemani, jangan sendirian....ya bu...".katanya.
Anita lemas, lalu terkulai dan tidak ingat apa apa lagi, teman sekantor buruan memberikan pertolongan dengan membawanya ke rs terdekat, dia siuman setelah diberi infus, dia ingat kalau dia harus segera mengurus keperluan perjalanan ke luar pulau untuk menjenguk suaminya yg tidak tau keadaannya seperti apa sekarang. Dia minta pulang saat itu juga, temannya bertanya - tanya ada apa gerangan dengan suaminya hingga dia pingsan setelah menerima telphone.
Anita segera berangkat dengan ayahnya ke RS yg disebutkan ibu kepala, tapi suaminya sudah tidak disana lagi, dia sudah dalam perjalanan pulang ke rumah orangtuanya di solo, dan dia langsung menyusul ke rumah mertuanya.
Setibanya disana Anita melihat banyak orang, dia tidak kuasa membayangkan apa yg terjadi, dia kembali pingsan, dan semua warga berusaha menolongnya supaya sadar dan bisa menerima keadaan suaminya yg sudah pergi untuk selamanya.
Dari mertuanya dia tahu peristiwa yg menyebabkan suaminya meninggal, dia di kroyok beberapa orang saat main ke cafe dini hari tadi. Dia sempat dibawa ke RS, tapi tidak tertolong, karena terlalu banyak darah yg keluar dari lukanya. Sekarang sedang dalam penyidikan polisi, dan pelakunya sudah diketahui identitasnya, mudah2an dalam waktu dekat akan dapat tertangkap.
Anita seakan tidak percaya kalau Andika suaminya sudah terbujur kaku dihadapannya, dia masih menyimpan sejuta angan, kelak mereka akan pindah ke Solo setelah dia melahirkan anak mereka yg pertama bulan depan. Anita sedang mengandung anak pertama mereka, dan hampir setiap hari Andika menanyakan perkembangan janinnya, mengingatkannya atas makanan bergizi untuk pembentukan otak janinnya.
Sekarang Anita merasa hancur dan tidak punya pijakan lagi, dia menangis histeris...memanggil nama suaminya,...semua pelayat merasa miris melihat Anita yg sangat terguncang atas peristiwa itu, dia tidak bisa membayangkan saat - saat melahirkan tanpa kehadiran suami tercinta disisinya nanti.
Saat pemakaman, Anita semakin sedih, dia ingin terkubur bersama suaminya, maka dengan tak terduga, dia lompat dan buuukkk...jatuh dalam lobang pemakaman suaminya, darah mengalir dari rahimnya dan semua pelayat terkesiap...melarikannya ke RS terdekat.
Tidak lama setelah sampai di RS Anita melahirkan seorang bayi perempuan, dia banyak mengeluarkan darah, dia ditransfusi agar bisa pulih seperti sedia kala. Banyak orang yg dengan suka rela memberikan bantuan terutama untuk pemulihan jiwa Anita selama masa berduka .
Dengan kehadiran putrinya, Anita semakin sehat dan perlahan kesedihannya berkurang, dan dia sudah bisa masuk kerja lagi, seperti sedia kala. Dia hanya memikirkan masa depan putri semata wayangnya.

Comments
Post a Comment