Bila Cinta Berakhir Mutilasi


Sore itu Juminem yg biasa dipanggil mba' Jum disuruh majikannya mengambil pesanan snack di toko langganan keluarga. Jum segera berangkat naik angkot yg biasa lewat depan rumah, dia duduk di jok paling depan dekat supir, dia duduk sambil memperhatikan pertokoan di pinggir jalan yg tumbuh bak jamur di musim hujan.
     Karena asyik melihat - lihat, Jum malah kebablasan, terpaksa dia harus ikut mutar lagi agar tidak terlalu capek kalau harus jalan mutar ke toko kue langganannya. Penumpang sudah turun sesuai tujuan masing - masing, tinggal jum berdua sama sopirnya. Sopir mengajak jum kenalan, namanya siapa, aslinya darimana, di Jakarta ikut siapa, sudah berkeluarga apa belum,....? dan jawaban dari pertanyaan terakhirlah..sebetulnya yg di tunggu sang sopir, karena dari pertama  naik tadi sopir sudah mengamati gerak - gerik Jum dengan sembunyi2.
     Jum menjawab semua pertanyaan sopir dengan jujur, dan memang dia belum menikah, baru berteman dengan tukang bakso yg sering mangkal di ujung gang dekat rumah majikannya. Mendengar itu hati sang sopir berbunga - bunga, karena kesempatan masih terbuka untuk mendekati wanita pujaan hatinya. Sopir sengaja" ngetem" lebih lama, biar cukup waktu untuk berbincang -bincang dengan Jum, dan mereka sepakat untuk bisa pergi ke suatu tempat hari Sabtu sore, karena Jum biasanya mendapat cuti sehari dalam seminggu oleh majikannya untuk pergi ke luar rumah dengan teman2nya.
     Setelah semua pekerjaan selesai Jum mandi dan berdandan, layaknya orang yg sedang jatuh cinta, sang sopir berjanji datang jam lima sore ini, mereka mau pergi ke mall dekat Terminal Bus luar kota. Suara bel berdentang tiga kali, Jum langsung berlari kecil membukakan pintu buat teman barunya, dia persilahkan masuk lalu duduk di sofa, Jum masuk kamar untuk mengambil tas cangklong yg sudah dipersiapkan beberapa saat yg lalu.
     Jum memperkenalkan sang sopir sekalian pamitan pada majikannya, namanya "Jupri", majikannya berpesan agar mereka pulang sebelum jam sepuluh. Jupri memegang tangan Jum erat2 seakan takut kalau disambar orang, mereka mampir di warung tegal untuk minum es jeruk kesukaan Jum.
     Jupri tidak menyia2kan kesempatan emas itu, untuk menyatakan cintanya pada Jum, gayung bersambut, Jum dengan senang hati menerima cintanya Jupri, hampir sepanjang jalan mereka berpelukan, tidak perduli apa kata orang. Begitulah sejak pertemuan malam itu hati keduanya selalu merasakan rindu yg sangat menyiksa, inginnya berdekatan saja.
     Pas mendekati bulan puasa Jupri menyampaikan keinginannya untuk menjadikan Jum sebagai  pendamping hidupnya, dia mau ikut berkunjung ke rumah orangtua Jum di luar kota, mereka sepakat untuk pulang lebaran nanti.
     Jum memberitahukan kedatangan mereka pada lebaran nanti, sekaligus mau meresmikan hubungan mereka, menurut Jum, calonnya tidak punya sanak family di sekitar tempat tinggal orangtuanya, tapi punya saudara di tempat mereka sekarang.
     Mereka berdua pulang ke rumah Jum dengan sejuta harapan, tapi apa mau dikata, ternyata orangtua Jum tidak setuju dengan calon yg dibawa anaknya, mereka tidak yakin kalau Jupri pria baik2. Jum nekat, dia bilang : "Apapun yg terjadi saya  tidak mau berpisah dengan Jupri". Orangtua Jum akhirnya menyerah, mereka di nikahkan secara agama, karena belum ada uang untuk ke KUA, tapi begitupun Jum sudah senang, yg penting mereka bisa bersatu.
     Perkawinan mereka sudah berlangsung selama kurang lebih tiga tahun, tapi belum juga ada tanda2 Jum akan hamil, Jupri mulai uirng - uringan dan ringan tangan, sedikit saja Jum berbuat salah, Jupri tidak segan2 menganiayanya, tapi Jum sangat mencintai suaminya, dia tidak mau orang lain tau kelakuan suaminya yg kasar padanya, takut kethuan oleh kedua orangtuanya, yg sejak awal tidak setuju dengan Jupri. Dia diam kalau ada orang bertanya : "kenapa wajahnya bengkak dan biru kehitaman..?", pasti dia baru dianiaya, tapi dia selalu menutupi semua itu dengan senyum. Jupri adalah cinta pertama dan terakhir bagi Jum, dia sangat mencintai suaminya.
     Hingga suatu ketika ada penjual jamu lewat di depan warung soto mereka, suami minta diracikkan jamu pegel linu, si tukang jamu memang genit, dia main mata dengan Jupri, hati Jupri terkesiap...melihat lirikan nakal si penjual jamu gendong. Maka semalam suntuk Jupri tidak bisa tidur membayangkan penjual jamu, maka tidak heran saat besok harinya penjual jamu lewat, Jupri langsung menawarkan sebagian warungnya untuk tempat jualan jamu.
      Bermula dari kedatangan si penjual jamu itulah, kehidupan rumah tangga Jum semakin membara, Jupri tidak segan2 lagi bertindak asusila di depan Jum, dia mulai membenci kehadiran Jum, dia sering disiksa, tapi Jum tidak mau meninggalkan suaminya yg makin gila pada si penjual jamu, dia lebih baik mati daripada harus berpisah.
     Malam minggu adalah bukti kekejaman suaminya pada Jum, saat dia menuntut haknya sebagai istri, dia ingin disayang suaminya, tapi apa balasan cintanya yg suci itu, Jum disiksa dengan memasukkan tangannya kedalam kelamin hingga sobek, lalu di injak2 hingga tidak berdaya, pendarahan hebat membuat Jum menghembuskan nafas.
     Dua hari Jupri berfikir keras bagaimana caranya menyingkirkan jenazah Jum agar tidak ketahuan orang lain, maka dia sepakat dengan si tukang jamu memotong - motong mayat  Jum jadi beberapa bagian, lalu memasukkannya ke dalan kantong plastik, dan pada dini hari berikutnya mereka menyewa angkot untuk membuang potongan tubuh Jum.
     Jum tidak ingin melepaskan suaminya bersama si tukang jamu begitu saja, dalam bentuk arwah penasaran, Jum menuntun orang lain untuk mencatat no. polisi mobil angkot, dan begitu ada kabar di berbagai media tentang adanya temuan mayat wanita dewasa di mutilasi, orang tersebut langsung melaporkan no. tadi ke polisi. Maka dalam waktu relatif singkat, Jupri dan si penjual jamu dapat diringkus.

Comments

Popular posts from this blog

Ayahku Bejat, Hidupku Hancur

Mbah Parjo di usia 95 Tahun

Hancurnya keangkuhan Diri