Keunikan saudara kandung

       Kami sebelas bersaudara, punya sifat dan pribadi yg berbeda hidup rukun dan saling membantu dalam menghadapi kehidupan yg  sangat sulit, apalagi saat masih pada sekolah, ditinggal ayah pergi untuk selamanya, ibu harus berjuang memenuhi kebutuhan anak - anaknya yg sangat banyak, tidak seimbang dengan penghasilan yg diperoleh saat itu.
     Kebaikan dari seorang kakak menolong adik adiknya dengan tulus, menjadi angin surga bagi kami semua, bisa melanjutkan sekolah sampai lepas perguruan tinggi, "luar biasa", butuh dana yg banyak untuk bisa menyekolahkan sembilan adik sekaligus. Tapi itulah kakak kami, putri sulung yg benar - benar unggul bagi kami semua, tanpa dia kami tidak mungkin bisa seperti sekarang ini. Dia adalah pelita kehidupan keluarga besar kami, menjadi contoh bagi adik adiknya, pemberi semangat bagi anggota keluarga yg sedang mengalami kesulitan.
      Kadang saya berfikir, kakak dan abang kami itu mungkin diutus jadi dewa - dewi penolong keluarga besar, agar bisa melanjutkan kehidupan ke arah yg lebih baik, tidak tau bagaimana caranya membagi penghasilan mereka untuk mencukupi kebutuhan adik - adiknya.
Perlahan tapi pasti setelah selesai sekolah, satu persatu mulai bekerja dan bisa mandiri lalu membina rumah tangga bersama pasangannya masing - masing.   
     Kehidupan memang tidak pernah bisa di tebak, apalagi dalam himpunan keluarga besar, ada saja yg membuat hati ini miris, dan prihatin, ketika pasangan hidup tidak mengerti latar belakang keluarga kami yg sudah tertanam selama ini dengan rasa solidaritas yg baik, sebagai saudara kandung. Kehadiran pasangan (pihak ketiga ) bukannya jadi penyejuk, tapi malah menjadi pemantik,  namanya juga saudara kandung, kadang terjadi perdebatan, atau  kesalah pahaman, tapi dalam beberapa saat sudah rukun kembali  dan tertawa bersama.
     Mereka tidak tau sejarah keluarga besar kami, mereka merasa tersisih kala ada pertemuan keluarga, yg sangat akrab dan penuh canda dan tawa. Mereka menganggap itu sangat berlebihan, apalagi yg berlatar belakang dari keluarga kaku atau cuek, mereka heran... melihat kerukunan keluarga besar kita.
     Dengan berjalannya waktu, ponakan2 mulai tumbuh dewasa, bahkan sudah banyak yg menikah dan punya keluarga, membawa pengaruh juga bagi komunitas keluarga besar kita, baik yg positif maupun yg negatif. Karena tidak bisa di pungkiri bila antara saudara sepupu ada yg saling mencintai, membuat yg lain jadi cemburu, butuh pemikiran yg jernih untuk menjaga kerukunan antar anggota keluarga.
     Begitulah keluarga besar kami   sangat bersahaja dan saling mendukung untuk bisa maju dan berharap kelak akan jadi orang yg berguna paling tidak untuk keluarganya. Setiap ada masalah dengan salah satu anggota keluarga, akan diselesaikan secara kekeluargaan, dgn baik.
     Walaupun dengan bergulirnya waktu, bertambahnya anggota keluarga dan kurang jelinya dalam memilih pasangan hidup, bisa membawa pengaruh yg kurang baik bagi keluarga sekandung. Kadang masalah kecil jadi besar, atau maksud hati mau memperbaiki kesalahan, malah dianggap memihak. Tapi saya masih yakin kalau kasih dalam persaudaraan, tidak akan pernah hilang diantara kami sebelas bersaudara, sekalipun pasangan punya rasa egoisme yg tinggi tapi tidak membawa keretakan hubungan antar saudara kandung.
     Banyak hal positif yg dapat kita bangun melalui ikatan persaudaan keluarga besar, terutama untuk kelanjutan hubungan diantara anak - anak kita kelak, karena apapun yg orangtua mereka kerjakan dalam kehidupan sehari - hari akan menjadi teladan bagi mereka di kemudian hari.
    Bagiku keluarga besar adalah tempat untuk berbagi, baik suka maupun duka, walaupun tidak dalam bentuk materi, tapi paling tidak, ada yg memberi support saat kita down, siapa lagi yg kita harapkan yg bisa membantu kita dalam hidup ini selain keluarga besar. Sekaligus untuk menjalin  hubungan kekeluargaan bagi keturunan kita nanti.
    

Comments

Popular posts from this blog

Ayahku Bejat, Hidupku Hancur

Mbah Parjo di usia 95 Tahun

Hancurnya keangkuhan Diri