Uniknya Perpaduan Budaya Barat dan Timur




     Sekarang kami sudah sampai di Swiss setelah perjalanan yang cukup melelahkan, kurang lebih limabelas jam perjalanan, selain jam tunggu saat transit di bandara interasional Abudhapi sekitar dua jam. Lega rasanya setelah sampai dan bertemu kakak yang menjemput di bandara geneve’sekitar pukul tujuh pagi.
      Keadaan kota Geneva sudah banyak berubah, dan perberkembangnya sangat pesat, beda dengan keadaan dua puluh dua tahun yg lalu, saat pertama kali aku datang berkunjung ke sini . Makin banyak gedung baru dan fasilitas umum yg baru. Namun yang masih tetap seperti dulu adalah bus transnya, makin kusam dan terseok-seok penuh pelajar dan orangtua yang sudah tidak mampu lagi nyetir sendiri. Kami memang datang untuk menghadiri acara perkawinan keponakan saya, yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh keluarga besar kami.
      Walaupun bukan yang pertama menghadiri acara perkawinan, tetapi tetap aja ada rasa kikuk karena budaya mereka dengan budaya kita sangat berbeda. Perpaduan antara budaya Barat dan  Timur, membuat  para tamu sangat surprise, baik dari menu makanan, pakaian, maupun adat- istiadat yg dipakai saat pesta pernikahan. 
      Sebagai orang Indonesia kakak saya ingin menggunakan pakaian tradisional Batak untuk keluarga besar kedua pengantin, yg sudah dipesan jauh-jauh hari dari Sumatra. Saat acara pemberkatan nikah di Gereja mereka menggunakan gaun pengantin ala Eropa, dilanjutkan dengan pelemparan bunga pengantin, yg dipercaya bagi mereka yg mendapatkan dan masih sendiri akan segera dapat jodoh.
Setelah selesai pemberkatan nikah dari gereja para tamu langsung berangkat menuju tempat resepsi yg sudah tersedia.
Pada saat acara resepsi/ pesta pengantin mengenakan pakaian tradisional Indonesia, cantik sekali, selain pengantin dan orangtua, saudara kandungnya pengantin juga memakai pakaian tradisional  yg membuat para tamu berdecak kagum, "surprise'' begitu kata mereka. 
      Sebelum acara makan dimulai, semua tamu berdiri dan bersulang dulu,sebagai lambang persahabatan para tamu undangan. Saat jamuan makan ada yg sangat menggelikan bagi saya, seorang tamu ingin mencicipi sambel ulek kacang yg biasa untuk bumbu sate, mungkin karena belum pernah makan, dia langsung makan tanpa di campur sate, karena kepedasan, wajahnya yg putih berobah jadi merah cabe dan air matanya mengalir membasahi seluruh wajahnya.
      Ternyata mayoritas tamu menyukai masakan Indonesia terutama nasi goreng dan sate, sebagian besar mereka hanya ambil sosis bakar gule dan fried chiken yg kita sediakan. Tapi secara umum para tamu merasa  puas dengan seluruh hidangan yg tersedia.
      Setelah para tamu selesai makan, acara dilanjutkan dengan pemutaran film masa kecil kedua mempelai hingga mereka dewasa, saat mereka masih bersama orangtua dan keluarga masing2 . Kemudian para tamu turun berdansa, tua muda semua bergabung di iringi musik dan para singer hingga larut malam. Kebahagiaan kedua pengantin terpancar diwajah, walaupun seharian penuh mengikuti semua tata cara adat - istiadat yg harus  mereka lakoni dari awal pesta hingga usai. 
     Kami segera membersihkan semua perlengkapan pesta, karena besoknya kami sudah harus memulai jadwal perjalanan yang sudah disusun kedua pengantin untuk pesta pernikahan mereka di tempat pihak keluarga pengantin pria di Spanyol. Di Spanyol tidak kalah megahnya pesta yg di gelar dengan yg di Swiss, karena pengantin pria masih keturunan ningrat, maka semua serba mewah dan para tamu undanganpun masih kerabat bangsawan. 
     Hampir semua sajian makanan rasanya gurih dengan serutan keju, ada menu yg dari nasi, tapi langsung dicampur sayuran, daging, tomat, dan brokoli, rasanya jadi amburadul. Setiap acara makan, selalu diawali dengan bersulang, dan setelah makanan utama selesai , ada makanan pencuci mulut, dan minum teh/ kopi, setelah itu semua tamu  turun berdansa hingga malam sambil minum alkohol.
       Setelah lelah berdansa ria tadi malam, pagi ini  kami di ajak berkeliling kota Barcelona sama besan kakak saya, menghirup udara dingin dan sekaligus menikmati pemandangan indah, dan excotic dari celah perbukitan, kita mampir ke mall sekedar melihat fashion yg lagi ngetrend di sana, karena waktu sudah makin siang, kita langsung meluncur ke bandara untuk  mengantar kedua pengantin berbulan madu ke Makao.
Kamipun melanjutkan perjalanan  ke Francis  khususnya ke Paris untuk mengunjungi menara Eifel, yg sangat terkenal itu, dengan taman kota yg luas, dan pada malam hari, dari atas menara kita bisa menyaksikan pemandangan indahnya kerlap - kerlip lampu kota Paris .
      Selanjutnya kami pergi ke gereja notredam , dimana semua yang melayani kerohanian adalah wanita/ suster, tempatnya agak tinggi ,dan semua jalan menuju kesana penuh dengan pedagang cindera mata. Banyak yg datang kesana dari berbagai negara di dunia, untuk berdod, karena ada keyakinan bahwa kita akan dapat apapun yg kita minta bila kita berdoa dengan khusyuk di gereja itu.
        Disana banyak tempat yang bisa dikunjungi seperti tempat peninggalan sejarah  Camp Elysee, gereja2 tua, dll yang banyak memberikan inspirasi bagi mereka yang berbakat menulis.

Comments

Popular posts from this blog

Ayahku Bejat, Hidupku Hancur

Mbah Parjo di usia 95 Tahun

Hancurnya keangkuhan Diri