Perjalanan seorang koki





     Langkah kita tidak akan pernah berhenti selama kita masih bernafas....kala kita terjerat suatu masalah, kita  akan mengulur waktu ke masa silam apa gerangan yg sudah kita perbuat sehingga musibah itu datang dalam hidup kita,. kian banyak masalah yg kita alami akan makin dewasa dan bijak kita berfikir.Maka berbahagialah orang yang sudah banyak menyelesaikan permasalahan hidup dengan baik dan sukses karena sebenarnya dia sangat disayangi Tuhan.
      Sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, saya harus bisa menjadi contoh bagi adik adik saya, sekaligus membiayai kehidupan mereka setelah orangtua saya berpulang ke hadiratNya.Kini keahlian apa yg saya miliki untuk menjadi dasar mencari pekerjaan, saya hanya lulusan sekolah menengah atas, tidak ada prestasi yg bisa saya andalkan dalam hidup ini. Karena itu saya hanya mengandalkan tenaga saja, tidak ada pilihan lain. Di depan rumah ada usaha catering, mungkin karena kasihan mereka merekrut saya sebagai tenaga kebersihan, lumayan saya dapat upah minimum, kalau ada sisa makanan dari pesanan orang, saya boleh bawa pulang buat makan adik adik di rumah. Semua saya jalani dengan iklas dan penuh tanggung jawab, bila ada waktu luang saya manfaatkan waktu untuk belajar memasak dari ibu ibu di catering, mereka sangat antusias melatih saya agar bisa menata makanan dan minuman di acara pesta para langganan.
      Sekarang saya sudah mengenal sebagian besar menu makanan asing yg sudah menjadi makanan favorit di Indonesia, seperti masakan jepang, cina, eropa, dll. Sebagai anak muda saya ingin maju dan berkembang sebagaimana mestinya, saya coba ikut lomba masak di sebuah hotel berbintang, dengan doa ibu ibu dan saudara saya, saya masuk tiga besar. Kala itu tim juri langsung menawarkan kepada peserta yg masuk tiga besar untuk menjadi koki di hotel  tersebut. Bagiku itu adalah anugerah yg tak ternilai harganya, saya mempersiapkan diri dengan sebaik - baiknya untuk hari pertama bekerja sebagai koki profesional. Seluruh keluarga besar catering ikut bersuka cita ada pegawai mereka yg bisa juara masak standart nasional dan internasional, mereka mengantar saya hari pertama masuk kerja di hotel tersebut.
     Harapan saya selama ini mulai ada titik terang, bisa ikut lomba aja sudah sangat menggembirakan apalagi jadi juara di tiga besar, sungguh surprise bagi saya. Hari ini adalah hari pertama kami bertemu dengan kepala koki di hotel, setelah hampir sebulan saya bekerja disini, kepala koki memanggil saya masuk ruang kerjanya, dan beliau sangat senang melihat cara kerja saya yang rapi dan terampil, beliau memberikan kesempatan bea siswa sekolah masak di jepang selama satu tahun untuk menjadikan saya chief yg handal kelak di kemudian hari. Saya bukannya tidak gembira tapimengingat kedua adik saya jadi sedih, karena saya harus berpisah dengan kedua adik saya yg sedang duduk di kelas satu dan tiga smp saat itu.
     Kepala koki saya heran, kenapa saya tidak suka dengan tawaran beliau ? saya tidak ingin terjadi salah paham dengan beliau, semua saya ceritakan keadaan saya apa adanya saat itu dimana saya sdh jadi pengganti orangtua untuk  bertanggung jawab terhadap kelangsungan pendidikan dan membesarkan kedua adik saya yg masih dalam masa transisi.
     Beliau mengerti dan memahami kondisi saya, dan beliau bertanggung jawab atas semua kebutuhan adik saya selama saya dalam pendidikan nanti. Begitulah awal dari perjalanan saya jadi koki profesional, saya bisa seperti sekarang di kenal oleh banyak orang karena masakan saya yg punya ciri khas tersendiri dan tidak tertandingi oleh chief yg lain . Saya sangat berterima kasih pada semua ibu2 di catering dan kepala koki yg sudah memberikan ilmu memasak dengan cuma - cuma.

Comments

Popular posts from this blog

Ayahku Bejat, Hidupku Hancur

Mbah Parjo di usia 95 Tahun

Hancurnya keangkuhan Diri