Cinta Segitiga Seorang Janda

Kalau seorang pria jadi preman itu sudah biasa, tapi ini adalah seorang ibu dengan empat anak lelaki, dia adalah ibu dari teman sekolah anak saya, yg biasa di panggil bu Sri. Tidak ada yg istimewa dari bu Sri, dia biasa saja, cuma kulitannya agak bersih. Minggu lalu ada berita di koran yg saya baca sepintas saja tentang preman yg tewas ditusuk temannya sendiri karena cemburu, begitu kira- kira inti dari berita itu. Kemarin, saya bermaksud menjemput anak, sepulang kerja karena ada praktek biologi sampai jam limaan, banyak orangtua yg juga menjemput anaknya duduk di dekat parkir sekolahan, bercerita tentang bu Sri yg menjadi bahan berita di koran beberapa hari kemarin, dialah wanita yg menyebabkan terjadinya pertumpahan darah itu. Bu Sri memang sudah menjanda sekitar dua tahun lalu, setelah suaminya yg kedua  meninggal.
      Suaminya yg pertama seorang tentara, mereka terpaksa cerai karena bu Sri ada affair dengan teman prajab yg menjadi suami keduanya. Dalam perjalanan hidup berumah tangga, bu Sri tidak pernah terlepas dari godaan pria lain, dia punya hobby selingkuh dengan preman yg kelihatan sangar dan bringas. Dia mengaku sudah kawin siri dengan kedua preman  yg tidur bersamanya, walaupun status preman tsb masih suami sah dari wanita lain.
     Seperti biasa, siang itu sepulang kerja dia makan siang dengan salah satu suami sirinya di warung sederhana, dekat pertigaan jalan masuk rumahnya. Pas lagi enak makan, suami siri yg satunya datang, melihat bu Sri makan bersama temannya sesama preman, dia marah dan langsung memukul kepala temannya dengan potongan kayu hingga darahnya muncrat. Merasa tersinggung atas perlakuan temannya, si korban menantang duel satu lawan satu diluar warung. Dengan kepala berdarah, mereka tarung di pertigaan jalan sehingga mengganggu lalu lintas yg sedang rame.
     Mungkin karena terpojok, yg kepalanya bocor tadi mengeluarkan pisau.....lalu menusuk lawan duelnya sebanyak tiga kali, melihat keadaan itu bu Sri langsung ambil sepeda motor untuk membawa kabur suami sirinya yg kepalanya bocor tadi, untuk menghindari amukan suami yg satunya, setelah kena tusuk. Dia segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.
     Tanpa mempedulikan darah yg mengucur dari tiga tusukan, sang preman berlari ke warung mengambil pisau dapur, lalu berlari mengejar temannya sambil mengacung- acungkan pisau di tangannya ke atas, bermaksud mau balas menusuk temannya, selang beberapa saat, dia  ambruk di jalan dan tidak sadarkan diri. Oleh seorang supir angkot, dia ditolong, tapi dalam perjalanan ke rumah sakit, dia menghembuskan nafas terakhirnya.

Comments

Popular posts from this blog

Ayahku Bejat, Hidupku Hancur

Mbah Parjo di usia 95 Tahun

Hancurnya keangkuhan Diri