Danau Toba
Tempat yg paling berkesan dalam hidupku adalah Yogyakarta, setelah tanah kelahiran atau kampung halaman, dua tempat ini sama- sama punya sejarah bagi kehidupan saya. Kalau Yogyakarta sebagai tempatku mengasah otak dan kemandirian, kampung halaman adalah tempatku bertumbuh dan berkembang. Semua sama - sama indah untuk di kenang, sama- sama punya tempat di hati, yg kelak menjadi tujuan berlibur, bernostalgia dan silaturahmi. Namun yg paling berkesan dari semua itu adalah Danau Toba. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia Danau Toba tidak asing lagi, karena sebagai tempat tujuan wisata , pasti sudah masuk dalam buku pengantar wisata Indonesia baik dalam negeri maupun Luar Negeri.
Danau Toba di kelilingi pegunungan, yg konon kabarnya ribuan tahun yg lalu adalah gunung merapi yg meletus dan membentuk danau dengan pulau samosir di tengahnya, sebagai sisa gunung yg letusannya sangat dasyat, jauh lebih dasyat dari letusan gunung karakatau. Udaranya sejuk, airnya bening, dan masyarakatnya juga ramah.
Setiap ada libur panjang , anak - anak saya ajak kesana untuk menikmati keindahan alam sekitar Danau, yg berbukit -bukit. Malamnya kita bisa menikmati teh atau kopi asli yg rasa dan aromanya sangat khas, untuk menghangatkan badan di pinggir danau. Pagi hari kita bisa sewa boat untuk berkeliling melihat batu gantung pada dinding tebing, yg konon ceritanya adalah seorang wanita muda dengan anjingnya, ingin bunuh diri karena dipaksa kawin dengan pemuda pilihan orangtuanya, tapi saat mau melompat ke danau toba wanita dan anjingnya berubah jadi batu yg terkenal dengan nama " batu gantung". Setelah itu kita lanjutkan perjalanan ke tomok untuk menyaksikan tarian sigale - gale yg bercerita tentang pentingnya peranan anak laki - laki bagi keluarga raja batak dan sejarah asal muasal suku batak.
Danau Toba di kelilingi pegunungan, yg konon kabarnya ribuan tahun yg lalu adalah gunung merapi yg meletus dan membentuk danau dengan pulau samosir di tengahnya, sebagai sisa gunung yg letusannya sangat dasyat, jauh lebih dasyat dari letusan gunung karakatau. Udaranya sejuk, airnya bening, dan masyarakatnya juga ramah.
Setiap ada libur panjang , anak - anak saya ajak kesana untuk menikmati keindahan alam sekitar Danau, yg berbukit -bukit. Malamnya kita bisa menikmati teh atau kopi asli yg rasa dan aromanya sangat khas, untuk menghangatkan badan di pinggir danau. Pagi hari kita bisa sewa boat untuk berkeliling melihat batu gantung pada dinding tebing, yg konon ceritanya adalah seorang wanita muda dengan anjingnya, ingin bunuh diri karena dipaksa kawin dengan pemuda pilihan orangtuanya, tapi saat mau melompat ke danau toba wanita dan anjingnya berubah jadi batu yg terkenal dengan nama " batu gantung". Setelah itu kita lanjutkan perjalanan ke tomok untuk menyaksikan tarian sigale - gale yg bercerita tentang pentingnya peranan anak laki - laki bagi keluarga raja batak dan sejarah asal muasal suku batak.
Comments
Post a Comment