Telphone Terakhir Anak Korban Perkosaan mobil angkot

Setiap orang pastilah punya keinginan atau harapan bahwa hari ini akan lebih baik dari kemarin, dan esok akan lebih baik dari sekarang. Begitu juga mama Sisca, dia ingin anak semata wayangnya jadi orang sukses, sejak kecil Sisca sudah ditinggal ayahnya dan yg menanggung semua kebutuhannya adalah mamanya seorang. Namanya orangtua kadang marah sama anak kalau lagi capek itu biasa.
     Mama sisca adalah orang yg tegas, disiplin dan pekerja keras, dia mendidik sisca dengan disiplin dan tanggung jawab pada setiap tindakannya sedari kecil, maka tidak heran kalau sisca sudah cukup mandiri sejak masih sd, mama hanya mengarahkan saja agar jalannya lurus sesuai dengan harapan sang mama. Sisca kuliah sambil kerja sebagai guru bahasa mandarin di sekolah tarakanita Jakarta.   
     Karena jarak antar rumah dan kampusnya terlalu jauh sisca terpaksa kost di sekitar kampus, mama tidak kawatir akan perpisahan mereka, karena selama ini sisca cukup nyaman dengan rutinitasnya setiap hari, kalau tidak ada jadwal kuliah dia akan mengajar di tarakanita, lalu kerja lagi di suatu perusahaan swasta di jakarta.
     Sore itu Sisca telphone mamanya untuk mengabari kalau dia sudah lulus sarjana, dia bahagia sekali, dan mamanya juga ikut merasakan kebahagiaan anaknya, sehingga dia langsung minta sisca pulang malam itu, dengan alasan mama kangen. Mama sisca tidak mengira kalau itu adalah telphone terakhir dari anak semata wayangnya. Mama sisca sudah menyediakan makanan kesukaan sisca di atas meja, mama sengaja tidak memberitahukan pada sisca, kalau ada jamuan istimewa pada malam itu, untuk anaknya sebagai ucapan syukur pada Tuhan atas lulusnya sisca jadi sarjana sastra sesuai cita- citanya.
     Ketika jarum jam menunjuk ke angka delapan, mama sisca mencoba menghubungi hp anaknya, ada nada sambung tapi tidak diangkat, mama berfikir mungkin masih dalam perjalanan pulang. Semakin lama ditunggu, sisca tidak juga muncul, mulai ada rasa was- was, hp yg tadinya aktif kini tidak bisa lagi di hubungi. Semua teman sisca di hubungi mama, tapi tidak satupun yg tau dimana sisca berada. Sisca hilang seperti ditelan bumi, tidak ada yg tau kemana perginya.
     Besoknya mama pergi ke kontrakan anaknya, dia minta kunci duplikat pada yg punya kost, kamarnya rapi dan bersih, tidak ada yg bisa dijadikan petunjuk kemana sisca pergi. Tapi kata orang yg kebetulan melihat sisca kemarin pagi naik angkot yg biasa lewat dari perkampungan disitu.
Mama cari ke seluruh tempat yg biasa di datangi sisca, baik teman kampus maupun teman kerja, tapi hasilnya nihil. Mama juga pergi ke paranormal, untuk minta petunjuk kemana sisca pergi, tapi tidak ada yg tau pasti dimana sisca berada.
     Pada hari keempat pencarian sisca, mama menerima berita dari kepolisian kalau sisca sudah ditemukan, dan sekarang ada di rumah sakit. Dengan harap- harap cemas, mama ke rumah sakit, berharap sisca masih hidup,tapi harapan tinggal harapan, sisca sudah membusuk ditemukan seorang tukang rumput di pinggiran kota jakarta sebagai korban pembunuhan dan diperkosaan.
     Mama seketika itu histeris lalu pingsan, tidak bisa menerima kenyataan yg dialami sisca anak semata wayangnya, sisca adalah harapan mama satu- satunya, untuk meneruskan garis keturunannya dan melanjutkan usaha percetakan yg dia tekuni selama ini.
     Di koran dan tabloit terbitan pagi itu terpampang berita penemuan mayat tanpa busana, tanpa identitas di pinggir jalan,di duga korban perkosaan dengan ciri - ciri wanita berkulit putih, usia sekitar dua puluh tahunan. Semua teman sisca datang ke rumah sakit ingin melihat teman mereka untuk terakhir kalinya. Sehari setelah penemuan mayat sisca, polisi mengerahkan tenaga ekstra untuk mencari pelaku, dengan mengidentifikasi permasalahan di lapangan.
     Kerja keras polisi tidak sia - sia , pelaku perkosaan segera tertangkap dan dari pengakuan mereka, sisca di perkosa oleh empat pria yg  relatif masih muda di dalam angkot, saat itu sisca naik angkot sendirian  dari kampus mau ke rumah ibunya, sisca tidak tau kalau  rombongan dalam  angkot itu sengaja mutar- mutar, mencari mangsa dan begitu dapat,langsung pintu angkot ditutup dan sisca di ikat. Dengan bringas mereka menggarap sisca secara bergantian, tanpa mempedulikan jerit tangis sisca yg menderita kesakitan, mengerikan.
     Setelah puas melakukan aksinya mereka membunuh sisca untuk menghilangkan jejak, dan mayatnya di buang ke perbatasan kota jakarta dan tangerang. Mama sisca tidak sanggup menghadapi tragedi yg menimpa anaknya, mama depresi berat, tidak mau keluar kamar sisca, semua yg berhubungan dengan sisca di peluk - diciumi, diajak bicara, seperti orang yg hilang ingatan. Semua prihatin melihat perkembangan mama sisca, yg makin hari makin parah, tidak mau makan, tidak mau tidur, dia berdiri di depan pintu menunggu sisca pulang katanya, karena prihatin atas kejiwaan mama sisca, maka keluarga sepakat untuk merawatnya di pusat rehabilitasi kejiwaan selama beberapa hari, hingga dia bisa menerima kenyataan bahwa anaknya sudah tenang di sorga.
     Mama sisca masih menyimpan surat permohonan  terakhir sisca, yg di tulis tiga tahun yg lalu sbb : " Maafkan Sisca ya Ma, sisca sering membuat mama marah, mama bekerja sendirian tanpa papa disampingmu untuk menghidupi sisca, mama wanita hebat dan luar biasa, sisca berjanji akan jadi sarjana agar bisa membahagiakan mama". Terimakasih mama. Sisca Sayang Mama.

Comments